Sabtu, 20 September 2014

Always you AAP

Minggu malam di kamar kost yang hanya berukuran 4x4 ini aku mencoba kembali menuliskan isi hati di blog ini. Setelah sekian lama vakum karena berbagai kegiatan terutama kegiatan perkuliahan. Bayangkan masuk kuliah jam 8 pagi, pulang jam 4 sore, jaga klinik di salah satu BPM(Bidan Praktik Mandiri) dari jam 5 sore sampai jam 9 malam. Dan yang lebih gilanya lagi rutinitas ini berlangsung 5 hari dalam seminggu dan mungkin akan terus berlanjut sampai 3 tahun ke depan. Rutinitas mungkin sudah berubah sejak lulus dari SMA tapi anehnya kenapa orang yang dipikirkan masih orang yang sama.
Buat kalian yang udah ngikutin blog ini dari awal sampai sekarang mungkin bakal tau siapa orang yang aku maksud. Yes, he is AAP. Anak fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan yang kini mungkin sekarang sedang meringkuk di salah satu kost di daerah Banjarmasin. Orang yang sekarang juga tengah menjalin hubungan spesial dengan DFR mantan pacar dari sahabatnya. Dulu sih ngakunya ga akan macarin mantannya temen wkwk (akunya masih ga bisa nerima).
Jadi malam ini tuh ceritanya berawal dari temen yang katanya bisa melihat sifat dan kecocokan suatu hubungan dengan hanya menghitung nama orang tersebut. Alhasil karena akunya penasaran sama kisah asmara yang telah dijalani beberapa kali dengan beberapa makhluk, lahir lah pertanyaan2 klasik mengenai kecocokan aku dengan oknum2 di masa lalu. Dan jeder! Terlontar lah sebuah pertanyaan "-"apakah aku dan AAP itu cocok?". Si pencerah (temen yang katanya bisa membaca sifat tersebut) pun menjawab dengan jawaban yang bisa membuatku stroke seketika. "COCOK, kalian cocok dan akan baik jika menjalin sebuah hubungan. Tapi... " kata "tapi" di akhir kalimat tersebut rasanya sama hal nya dengan sebiji cabe rawit di dalam sepotong coklat kecil. Awalnya manis cuman akhirnya nusuk dan yang lebih parahnya lagi adalah efek yang ditimbulkan setelah kata "tapi". "Kalian kayaknya ga jodoh", ya buat apa coba kalo kita cocok tapi ga jodoh 😭.
Nah jadi itulah ceritanya kenapa  tiba-tiba "ga ada uang ga ada barang" (udah mainstream dengan istilah "ga ada angin ga ada ujan") aku malam ini buka blog dan nulis di sini lagi. Dia lah makhluk ajaib yang entah kenapa sampai tahun ini, bulan ini, minggu ini, hari ini, jam ini, menit ini, bahkan sampai detik ini masih betah bersarang dipikiran dan pikiranku. Yang bikin akunya mikir lagi entah kenapa setiap inget dia pasti akunya inget blog ini. Udah kebiasaan kali ya setiap mikirin dia pasti akunya bakal mencorat-coret entri.
Jujur meskipun sekarang status yang sedang aku sandang bukanlah seorang jomblo yang notabene ga ada kerjaan, ga ada gebetan atau pasangan yang bisa aku pikirkan, tapi ga tau kenapa hamba Allah yang diberi inisial nama AAP ini masih saja menyerang otak dan hatiku. Mau dia punya gandengan, atau pun aku udah punya pasangan tapi tetap saja kepikiran sama dia. Heran, sebenarnya apa yang telah dia lakukan ke aku kok ya akunya sampai segini nya sementara di lain pihak dia baik-baik saja bersama kekasih barunya di ibukota provinsi sana.
Tuhan, seandainya saja saat seperti ini setiap aku mengenang nya dia akan merasakan gatal-gatal di sekujur tubuhnya. Supaya dia tau Tuhan bahwasanya di sini ada seseorang yang tidak akan bisa tidur hanya karena memikirkannya. Kan tidak adil Tuhan jika di sini saya memikirkannya sementara dia di sudut kota Banjarmasin sana dengan merdunya mengumandangkan dengkuran saat tidur.
Aku akui sampai napas yang baru saja aku ambil ketika menulis di sini aku Erni Gresika Santri dengan sesadar-sadarnya mengakui bahwa aku masih teramat sangat mencintai, menyayangi, merindukan dan teramat sangat peduli padanya. Bukan aku egois karena memaksakan rasa ini hanya saja rasa ini yang terlalu sulit dan rumit untuk diuraikan dan dilenyapkan.
Itulah inti dari apa yang telah panjang lebar aku tulis di sini. Bukan terlalu berharap suatu hari nanti dia akan membuka dan membaca ini. Lebih dari itu entri ini aku tulis agar kamu tau dibalik hidup mu yang sekarang damai bersama DFRmu ada aku yang dari dulu masih menyimpan rasa yang sama di sini ❤️. Allah tau yang aku mau, yaitu kamu AAP.
Berhubung penunjuk waktu yang tertera di handphone ku menunjukkan jam 01.40, segitu aja cukup kali ya untaian kata dan doanya, berhubung mata mulai pegal dan jari mulai ngantuk akhirnya aku pun mohon undur diri dari entri ini. See you di entri berikutnya 😘